Halaman

Kenangan makan mie bersama teman2

Posted by Unknown | Posted in | Posted on 09.57

0


Beberapa cerita yang tidak menarik sekali untuk dibaca..
karangan bukan pengarang, hanya orang yang mencoba untuk mengarang sebuah cerita yang tiada berarti...

--={CERITA INI HANYA FIKTIF BELAKA (HANYA UNTUK KESENANGAN PRIBADI),KAMI MOHON MAAF JIKA ADA KESAMAAN NAMA,TOKOH, TEMPAT & WAKTU.. ITU HANYA KEBENARAN (KEBETULAN) BELAKA. TAK ADA UNSUR DIHAJA. SEMUA KEJADIAN DALAM CERITA INI MUSTAHIL TERJADI. UNTUK KATA-KATA YANG DISENSOR, BUKANLAH KATA-KATA YANG BERARTI,ANDA TIDAK PERLU MENCARI ARTI KATA YANG DISENSOR}=--

ini ceritaku...apa ceritamu?

"cerita avatar versi wm na******ngi..."
Ketika negara api menyerang, aku sedang makan mie...
kemudian kakiku terbakar karena seorang prajurit menyemburkan api ke kakiku...
dan aku pun makin semangat makan mie, karena mieku semakin aktual (hareeng)...
selang berapa lama, mieku akhirnya habis. lalu aku pun mengambil mie yang baru lagi.
kemudian aku melempar mie yang baru itu ke prajurit negara api, mereka menyembur mieku hingga matang..
dan aku makan mie lagi...
namun,ketika aku mencoba melempar mie lagi, mereka malah menyemburku, bukan menyembur mieku..
akhir cerita, aku punn akhirnya tewas disembur prajurit negara api..
ini cerita trgisku,apa cerita tragismu???
ungkapkan apa yang ada di pikiranmu...

"tragedi berdarah gang m***r versi wm na*****ngi"
Ketika saya sedang naik motor,saya ngidam mie...
saya berhenti dulu di warung,saya beli mie kuah rasa ayam bakakak..
karena terburu-buru banget, saya makan mie sambil naik m***r..
rasanya nikmat sekali... tak semua orang(bahkan tdk ada) yang dapat merasakannya..
saking nikmatnya, saya tidak melihat di depan saya ternyata ada toronton melaju dengan speed yang *****(sensor)..
toronton itu mau menambul saya, namun saya berhasil mengelak...
Tapi malang, mie saya jatuh terlindas ban toronton...:(
saya sangat sedih, di sepanjang jalan saya memikirkannya...
sungguh malang nasibnya..
akhirnya saya menemukan sasak (jembatan),kemudian saya terjun bermaksud bunuh diri...
saya berusaha keras bunuh diri dengan terjun dari sasak itu. Namun, saya tidak mati-mati,karena dibawah sasak itu ternyata sabuah solokan kecil yang dalamnya tidak jauh dengan niagara fall,.. 5000 mm...
tragedi yang sangat menyedihkan...
ini tragediku...
apa tragedimu???
(tragedi ini diambil ketika saya sedang ngobrol dengan teman2 saya)

Maafkan Aku...

Posted by Unknown | | Posted on 20.45

0

Ya Allah,

Tadi subuh kuhadapkan tubuh dan wajah ini kepada-Mu.

Bacaan demi bacaan terucap dari mulutku.

Namun ternyata ... hati ini tak tertuju kepada-Mu

4 Orang Istri

Posted by Unknown | | Posted on 20.15

0

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri.

Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak.
Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini.

Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya.
Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain.

Cangkir yang Cantik

Posted by Unknown | | Posted on 20.14

0

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. "Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya. "Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara "Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

IBU..., CERITAKAN AKU TENTANG IKHWAN SEJATI...

Posted by Unknown | | Posted on 20.30

0

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati... 

Sang Ibu tersenyum dan menjawab...
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....